wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Minggu, 04 Januari 2015

Review Film 'Taare Zameen Par' ( Seperti Bintang-Bintang di Langit)




Weekend ini Jakarta diguyur hujan deres terus menerus. Alhasil liburan tidak bisa kemana-mana. Mau ngemal aja jadi males bawaaanya. Apalagi nonton di bioskop. Sembari ngubek-ngubek film dihardisk yang belum saya  tonton. Ealah nemu judul yang rada Indiahelah. Saya mikir pasti ini film india yang ada nari-nari bohai. Mbatin aja. 

Eh saya malah salah duga, ini seperti film 3 idiot, my name is khan. Film ini bagus dah dengan setting latar India yang hidup sesuai apa adanya. Menggambarkan bagaimana anak-anak India yang dengan keceriaanya menikmati masa kanak-kanaknya. Ada juga yang yang membuat miris seperti tenaga kerja anak dibawah umur.



Well. Saya akan bercerita tentang alur film itu. Ada seorang anak umur 9 tahun yang duduk dibangku kelas 3 SD. Masih belum bisa baca tulis. Dan susah sekali menangkap semua pelajaran. Dia adalah Ishaan. Dia kurang konsentrasi dan mengalami disleksia yang susah dalam pengucapan kata-kata. 

Ishaan kecil sering dihukum oleh para gurunya karena sering tidak memperhatikan pelajaran. Matanya selalu memandang keluar jendela. Menikmati dunianya sendiri. Jadi inget buku Toto-chan gadis cilik dijendela hehe. Bener-bener anak yang special. 

Namun orang-orang disekeliling Ishan sering menganggap Ishann idiot, abnormal dsb. Sering dihukum gurunya dan juga diejek teman-temannya. Dibully secara fisik dan verbal. Sering membuat onar dengan anak tetangganya. 



Ayahnya yang seorang eksekutif yang sangat sibuk dengan pekerjaanya sampai marah dan memukul Ishaan. Pernah Ishaan membolos sekolah hanya untuk berjalan-jalan sendiri menyusuri kota. Mengamamati denyut kota india. Dunia yang sangat dikagumi Ishaan. Dia menikmatinya dengan caranya sendiri.

Karena kelakuanya yang tidak membaik, maka orang tuanya memindahkan sekolah Ishaan disekolah yang jauh dari rumah dan juga ada asramanya. Kesedihan Ishaan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Tetapi dengan buku gambar. Ia menggambar semua halaman dengan gambar ayah, ibu, kakak dan dirinya. Tapi kalau dibuka dengan cepat tiap lembarnya maka ada keadaan dimana Ishaan menjauh memisahkan diri dari keluarganya. Karena ia merasa beda dan sedih dengan perpisahan ini.

Keadaan Ishan diasrama malah sama saja dengan sekolah sebelumnya. Sering dihukum dan menjadi bahan ejekan teman-temannya. Datanglah seorang guru pengganti yang bernama Ram Shankar ( Amir Khan). Ram begitu mengerti keadaan Ishaan. Dia merasa Ishaan itu berbeda dengan anak lainnya. Dia special layaknya anak yang bekebutuhan khusus. 

Dengan sabar guru Ram mengajari dan membimbingnya. Dengan segala metode pembelajaran yang bisa dipahami oleh anak-anak special, maka lambat laun Ishaan mulai mengerti bisa menulis dan membaca. Puncaknya Amir Khan  mengadakan lomba melukis disekolahnya yang diikuti oleh semua murid sekolah, guru dan kepala sekolahnya. Bakat Ishann yang hobi melukis ini bisa tersalurkan. Dan yang menjadi pemenang. adalah Ishaan. Dan tak disangka guru Amir khan melukis wajah dirinya yang tersenyun lepas. 



Ishaan kecil kini mulai percaya diri lagi. Dan mampu menjadi anak normal layaknya anak-anak lain disekolahnya. Dan happy ending. 

Intinnya: semua anak diciptakan special pasti ada orang-orang special pula yang bisa membimbingnya (orang tua special, guru special dan juga teman special). Jangan samakan dunia imaji tiap anak dengan imaji dunia yang umum yang anda bayangkan. Tapi selamilah tiap-tiap imaji itu dan kita bisa menyelam didalamnya.

Waah udah sore aja... Mandi dulu lah trus jjs cari makan yukk.. Hehe....

Suasanya indah Jakarta Sore ini lho...basah sehabis hujan...

Sekian dulu review darikuh...

Cempaka Putih, 04 Januari 2014 16.58wib







Kamis, 01 Januari 2015

Mantan itu Lebih Menyeramkan daripada Setan, Masa Sih?




sumber.twitter.com



Ada tema menarik ketika saya ngobrol dengan teman satu kost di hari libur kerja. Dari obrolan ringan hingga obrolan berat kaya politik ngikutin berita- berita menstream lah.  Tapi ketika obrolan kami yang mengalir bagai air sungai mencari muaranya, akhirnya tema berganti ngobrolin soal mantan. 
Yah mantan pacar tentunya. Karena dikosan kami yang cewek semua belum pada nikah. Alias masih single. Ada juga sih yang lagi pacaran. Malah ada yang high quality single malahan. Udah cantik, kerja, rajin menabung, rajin sholat dan terakhir yang saya dengar itu temen saya lagi bangun rumah dengan hasil keringatnya sendiri. Wow kereennn. Mandiri banget pokoknya dah.

Tapi, ada satu pernyataan teman saya yang membuat saya heran. Teman saya itu takut sekali sama mantan. Lho kok bisa? Emang kenapa bisa setakut itu. Teman saya tidak menjelaskan kenapa, tetapi dia selalu bilang, mantan itu serem, lebih menakutkan daripada setan. Kalau ketemu sama mantan ihhh takuuutt... Wah kenapa ya kira-kira alasanya? Mari berpikir keras hehe. 

Kalaupun takut sama mantan, kenapa dulu mau jadian sama si dia yak? Kalau saya sih jujur aja kalau ada mantan malah ga takut malah kadang kangen kadang bersalah malah kadang benci yah tergantung suasana hati tentunya.  Yang jelas saya punya mantan yang baik-baik semua. Alhamdulilah ya hubungan masih tetep berjalan demi menjaga tali silaturahmi. Kan dapat pahala.

Well mari kita berpikir keras kenapa teman saya takut sama mantan yah? Dan dari hasil opini saya pribadi dan berdasarkan pengalaman sahabat-sahabat saya itu saya jadi punya alasan yang mungkin bener secara kebetulan dan bisa saja salah karena tidak bisa dibuktikan dengan alat kebenaran hoho. Jadi maklumin saja ya.

Alasan kenapa takut kepada mantan.

1. Matan yang posesif. Tau kan posesif itu gimana? Apa aja yang kita lakuin harus sepengetahuan si dia. Kalau dia tidak berkenan maka dia akan melarangnya. Jadi seperti kehidupan pribadi kita seperti dikekang. Dan kadang hanya bermain dengan teman kerja atau komunitas saja dilarang. Maunya hanya berdua. Ini yang sangat menyiksa tentunya. Padahal ada saatnya untuk berduaan ada saatnya me time atau sekedar kumpul dengan teman-teman.

2 Kasar. Belum sah jadi suami istri saja sudah ada perlakuan kasar dari si dia. Bisa kasar secara fisik bisa juga kasar secara verbal (omongan). Nah kalau ini saya banyak baca berita dimedia televisi ataupun cetak. Dengan judul yang serem-serem tentunya. Misalnya tidak dilayani maka akan diputus atau disebarkan video mesumnya. Haduh kasian amat yah. Malah bisa saja terjadi pembunuhan seperti kasusnya ade sara. Sereeemmm. 

3. Penipu. Ada alasan orang manjalin hubungan. Yang terbanyak ya ada rasa kertetarikan dengan lawan jenis tentunya. Alias rasa cinta kasih. Nah si penipu ini biasanya bermulut manis. Pura-pura cinta hanya untuk mengelabui  mantan demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Nah kita jangan sampe terjebak sama penipu ini. Udah PHP in, waktu dan tenaga terkuras habis, belum hartanya. Eh si dianya malah cuma manfaatin kitanya aja. Istilahnya jangan sampai terjebak sama cinta buta. Atau malah sebaliknya. Kita yang penipu sehingga dikejar-kejar mantan? Jadi takut kalau ketemu ama mantan.

Jadi itu aja analisa saya pagi ini kenapa mantan itu lebih serem daripada setan. Kalau saya malah lebih takut preman daripada setan hehe. Kalau preman didoain gimanapun juga ga bakal ilang, tapi kalau setan dibacain yasin atau ayat kursi udah ilang sendiri.

Tapj kalau tidak takut sama mantan bisa ada kemungkinan, anda masih sendiri? Anda masih cinta? Anda belum bisa move on? Silakan dipilih saja yaa...terus kalau nanya cara CLBK ama mantan, tanya pakar lain ajah hoho...

Cukup sudah pembahasan tentang mantan diawal tahun 2015 ini.

Selamat pagi....


Cempaka putih, 2 Januari 2015 00.51 wib