wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Senin, 30 Mei 2016

Berkat BNI Saya Bisa Keluar Negeri





Alhamdulillah sejak pertama kali memilih BNI segala kemudahan selalu menyertaiku. Banyak benefit yang saya dapatkan sejak pertama kali memilih BNI. Sekitar tahun 2012 saya dimutasi untuk pindah kerja ke Jakarta. Awalnya memakai BNI karena desakan kantor untuk menunjang pembayaran gaji  payroll saya.  Dan ketika membuka rekening BNI pertama kali di daerah MOI Kelapa Gading sangat dipermudah tanpa hal-hal yang menyusahkan padahal KTP saya bukan penduduk Jakarta tapi KTP Batam.

Pada mulanya saya memakai rekening BNI hanya untuk numpang lewat transfer gaji dari perusahaan. Lalu saya pindahkan saldo saya ke rekening saya yang lain kebetulan saya punya beberapa rekening bank lain juga. Semakin hari hidup di Jakarta membutuhkan efisiensi dan kemudahan-kemudahan dalam bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari. Kebetulan saya punya hobi backpakeran jadi harus ada pegangan untuk menunjang hobi saya itu.

Masuk gratis dengan BNI card di event-event traveling fair


Saya pernah diejek sama kakak laki-laki saya yang ada di Bekasi. Dia bilang begini " kerja udah kesana kemari nyebrang pulau kok belum punya kartu kredit. Bikin dong biar terlihat gaya dan prestige". What? Saya diam saja karena memang saya orang kampung yang udik dan waktu itu masih belum perlu punya kartu kredit. Masih cukup dengan transaksi via kartu debit atau cukup transakasi dengan mesin atm (Anjungan Tunai Mandiri). Toh saya happy saja walaupun tidak memakai kartu kredit.

Tapi melihat teman-teman backpaker saya yang sudah melancong ke luar negeri bikin ngiri sekali. Tapi yang membuat ganjalan saya tidak bisa backpakeran ke negara orang karena mesti ada uang cash banyak dan saya masih takut bawa uang cash kalau keluar negeri. Kalau kena hipnotis atau kena copet bisa runyam dah. Teman saya menyarankan untuk membuat kartu kredit. Katanya dengan kartu kredit segalanya semakin mudah. Malahan sering-sering dapat tiket promo loh berikut diskon hotelnya. Dinegara orang kalau belanja tinggal gesek aja pake credit card.

Mulailah saya bergerilya untuk apply kartu kredit dari yang ditawarkan para SPG di Mall atau ditelepon langsung oleh customer services dari bank-bank bersangkutan. Dan hasilnya selalu mengecewakan. Selalu tertolak dari alasan gaji tidak mencukupi ataupun saya belum punya kartu kredit sebelumnya. Nah kenapa bagi pemula yang belum pernah punya kartu kredit agak begitu susah yah kalau mau bikin kartu kredit. Malahan SPG di Mall Mall selalu bilang.  Selamat siang ibu, apakah sudah punya kartu kredit? jika iya maka langsung di beri penawaran menarik lagi. Jika tidak maka biasanya akan di abaikan oleh SPG. Apalagi saya yang orang kampung yah dari penampilan itu tidak menjanjikan banget buat ditawari kartu kredit haha.

Jalan-jalan ke Bali gratis hasil tukar poin BNI :-)


Sampai-sampai kalau ada tiket promo murah meriah saya mengemis minjem kartu kredit teman saya. Lalu saya transfer tunai esok harinya. Biasanya kalau promo-promo seperti itu selalu midnight mana sempat ke atm tengah malem. Serem euy. Kalaupun pakai internet banking kadang saldo saya yang tidak mencukupi alias belum gajian haha.

Saya coba iseng-iseng buka websitenya BNI. Disana saya coba email bahwa saya mau apply kartu kredit. Dan biar keren saya langsung milih Gold. Padahal gaji saya muatnya untuk jenis silver. Yah namanya usaha boleh dong. Selang semingguan eh ada telepon dari pihak BNI mengenai kartu kredit. Saya disuruh scan segala persyaratan yang diperlukan. Dan tidak lama kemudian datanglah survei dari pihak BNI ke kantor saya. Petugas juga sudah survei ke rumah padahal saya ngekost lho. Serasa ga percaya kartu kredit saya di acc. Alhamdulilah senengnya bukan main.

Ternyata kartu kredit BNI saya sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga besar saya. Maklum saudara-saudara saya adalah perantau ulung. Ada yang di Batam, Bontang, Bekasi dan saya sendiri di Jakarta. Kemana-mana pasti butuh tiket pesawat. Berkat kartu kredit saya segala kemudahan menghampiri saya. Apalagi saat lebaran harus kumpul bersama keluarga  besar di CIlacap, Jawa Tengah. Bisa tengah malem berburu tiket promo. Atau kemudahan berbelanja online.

Dapet diskon promo dari BNI jalan-jalan ke Padang


Dan saya memang niat buat kartu kredit BNI untuk memenuhi kebutuhan bukan untuk gaya hidup. Alhamdulillah saya rajin bayar dan tak pernah telat membayarnya. Berkat kolektibitas saya yang tinggi  BNI menelepon saya lagi untuk menaikan limit kartu kredit saya samapai 2 kali lho. Pas Dinaikan lagi yang ke 3 saya tolak karena limit kartu kredit masih dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari.  Ini juga terkait kemampuan saya untuk membayar tagihan tiap bulannya. Nantilah kalau gaji saya naik Insyaaloh kalau ditawari kenaikan limit lagi tidak bakal saya tolak lagi.

Dan sampai hari ini banyak keuntungan yang saya dapatkan diantaranya sebagai berikut:

  1. Jadi mudah berbelanja online baik tunai maupun cicilan. Terkadang malah dapat diskon gila-gilaan. Dapat barang mewah dengan harga super murah. Pasti seneng dah.
  2. Dengan BNI kredit card saya sering dapatkan promo tiket masuk gratis event-event seperti travel fair dan event – event lainnya. Karena BNI selalu menjadi sponsor besar dan hampir semua event selalu ada BNI. Hingga memudahkan para nasabahnya untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Gratis tinggal nunjukin semua kartu yang dikeluarkan oleh BNI. 
  3. Saya sengaja kumpulkan poin belanja saya untuk dikonversikan dengan poin air asia saya. Alhamdulilah  bisa backpakeran ke Padang (Sumatra Barat) dengan tiket Rp.180.000 tiket pulang pergi Jakarta-Padang. Dan akhir tahun kemarin saya bisa terbang gratis ke Bali cuma bayar Rp. 153.000 tiket pulang pergi Jakarta Bali. Terima kasih BNI
  4. And the last impian saya untuk bisa bepergian ke luar negeri kesampaian juga walaupun ke negeri tetangga. Yaitu ke Malaysia dan Singapura.  Awal April kemarin saya nekad solo traveling karena ada BNI. Dari Booking hotel, tiket pesawat, tiket kereta Johor Baru-Kuala lumpur dan belanja sepuasnya saya lakukan dengan kartu kredit BNI saya. Amat mudah sekali bagi saya yang baru pertama kali keluar negeri. Insyaalloh jika diberi kesempatan ingin sekali berkeliling dunia dengan BNI. Terima kasih BNI. Saya bisa jalan-jalan keluar Negeri.

Keluar negeri banyak kemudahan berkat BNI credit card


Dan baiklah teman-teman demikianlah pengalaman berkesan saya ketika pertama kali menggunakan BNI. Sampai detik ini saya belum pernah menerima perlakuan tidak baik atapun pengalaman buruk ketika menggunakan produk BNI, yang ada malah selalu menguntukngkan, BNI selalu di hati. Melayani Negeri dan Kebanggan Bangsa.


Salam Jalan-Jalan
Blok M, 30 Mei 2016


Senin, 21 Maret 2016

"Oshin" Film Jepang yang Melegenda


Sumber: pastelwriter.blogspot.com


Bagi yang lahir ditahun 80-an pasti pernah dengar atau nonton film serial "Oshin" dong. Dan saya juga lahir tahun 80 an jadi pernah denger ceritanya tapi agak lupa. Abis nontonya kepotong-potong. Kalau mau nonton harus kerumah tetangga yang mayan jauh yang punya tv. Maklum dikampung masih sedikit yang punya tv. Bisa dihitung dengan jari. 

Nontonya juga diluar jadi ga begitu kedengeran apalagi jalan ceritanya. Tapi orang-orang kampung pada suka nontonnya. Malahan rame dan banyak yang mewek. Nonton rame-rame satu rt haha. Gimana ga mewek saya aja nonton film remake oshin 2013 mewek ampe bengkak apalagi abis galau berat gagal nikah broo. Dobel bengkaknya nih mata hiks. 

Oh iya lupa mau kasih tau sekarang ada film oshin versi layar lebarnya lho. Ya versi remake 2013. Saya aja baru tahu karena inget kakak saya minta dibeliin cd serial oshin di Glodok Mangga dua. Namun belum kesampaian nyari-nyari filmnya.

Sumber beyondsober.wordpres.com

Oshin bukan film cengeng  layaknya sinetron Indonesia masa kini yang dari judulnya aja udah bisa ketebak endingnya dan malah merusak moral generasi Indonesia lho. Itu sih saya liat diberita. Maklum jarang nonton sinetron. Terakhir cuma nonton serial Mahabharata yang penuh makna dan pesan moral. Ah Arjuna ganteng kapan kau datang melamarku haha.... Mulai lebay nih...

Apalagi saya pengen tahu sejarahnya. Dari kecil banyak nama-nama jalan dikampung kami yang menggunakan nama wayang seperti jalan nakula, sadewa, salya, arimbi dll dan bloonya saya tak tau sama sekali sejarah nama jalan wayang itu. Kecuali jalan nama pahlawan Indonesia ya.. Yaiyalah tau karena dipelajari disekolahan dari jaman SD sampai SMU

Pemeran oshin jaman dulu yang tayang di TVRI


Balik ke film oshin yaaa...
Film oshin versi remake ini menceritakan oshin masa kecil saja. Tidak sampai dewasa. Mungkin sulit sekali memadatkan ratusan episode menjadi film layar lebar yang berdurasi 2 jam saja.

Dan yang saya suka di film remake ini opening tune nya masih ngikut sountrack film lama hihi. Jadi terkenang oshin kecil berjalan menerjang badai salju itu. Setting latarnya juga setting Jepang tahun 1907.

Akting para pemain terasa sangat natural, tidak ada adegan orang berteriak dengan mata melotot, menagis meraung raung atau adegan lebay lainnya. Mungkin ini terkain dengan kehidupan di Jepang jaman perang yang terkesan kurang expresif.

Secara keseluruhan film ini bagus sekali. Dan layak ditonton ya. Okelah ga usah panjang lebar nulisnya ntar ga penasaran kalian nontonya. Selamat menonton.

Salam Penyuka Film

Cempaka Putih, 21 Maret 2015

Ini thriller film remake Oshin 2013



Oshi. Versi lama (1983)






Minggu, 31 Januari 2016

Cara Pakai Masker Gojek atau Grabike Bagi Hijaber


Anda hijaber yang modis dan fashionable? Dan pernah bingung ketika buru-buru naik gojek dan dikasi masker sama pelindung kepala kan? Mau make tapi kerudung sudah dililit dengan rapi banyak pentul, peniti disana sini masa iya rusak gegara make masker gojek ini. Masker gojek ini kebanyakan bukan masker tali tapi masker umum dengan dua sisi tali yang dikaitkan ditelinga. 

Ga mau rusak kan dandanan hijabnya karena masukin tali masker ke telinga? Berikut ini tips dari saya yang sangat mudah di aplikasikan tanpa membuat rusak dandanan jilbab anda.



Gambar 1

Lihat gambar 1 yaa. Itu bentuk masker umum yang sering dijual atau disediakan oleh gojek dan grabike dengan 2 tali pengait telinga disisi kanan kiri.

Gambar 2

Lihat gambar 2. Kalau dilihat masker diatas  ada 2 sisi dalam dan sisi luar nah sisi dalamnya biasanya ada kawat lenturnya yang biasa digunakan untuk melindungi hidung. Bisa dibengkokan mengikuti hidung yang make biar nyaman make maskernya. Namun kali ini demi menjaga dandanan hijabnya saya abaikan kawat itu. Kawat lentur itu dikeluarkan dengan mendorong keluar salah satu ujungnya sambil mendorong ujung lainnya. 

Gambar 3

Gambar 3 itu kawat yang sudah dikeluarkan dari masker yaa oh iya kawatnya agak lentur ya.

Gambar 4
Gambar 4 salah satu contoh kawat yang ngiket kedua ujung tali masker.

Gamabr 5

Atau bisa juga dicoba gambar 5 diatas yaa sesuai selera aja yang penting kenceng.

Gambar 6

Aplikasikan dihijab anda tanpa susah-susah memasukan ke telinga yang bisa merusak hijab anda.

Gambar 7


Nah simple kan dan ga ribet tanpa merusak dandanan hijab modis anda.oh iya jika kalian pake daleman punuk unta atau punya rambut panjang sehingga ada benjolan dibelakang. Usakahan tali diturunkan ke bagian leher anda. Karena klo ditarik ketas bisa putus. Tali ga panjang jangan dipaksa. 

Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Cempaka putih 31 Januari 2016





Minggu, 24 Januari 2016

Lost in Bali




Kebayang ga sih bisa jalan-jalan gratis ke Bali hehe. Alhamdulilah berkat promo air asia saya nukerin poin kartu kredit saya dengan big poin air asia. Pilihan jatuh ke Pulau dewata maklum lah saya kan belum pernah kesana. Jadi cuma bayar air port tax aja pp plus biaya administrasi total sebesar 153 ribu rupiah :-) . Dan akhir bulan oktober kemarin saya cus berangkat sendirian hihi.

Namaya juga menghemat budget maka sebelum berangkat saya browsing dulu dimbah gugel tentang akomodasi disana. Ternyata mayan mahal boo untuk solo traveler. Jadi ga bisa sharing cost hiks. Muter otak lagi tuing tuing ... Kenapa ga nyari digroup CS  (couch surfing).

Makan dulu direstoran bali sebelum cus mbolang


Akhirnya saya menemukan member CS dibali lokasinya strategis dah ditengah kota. Saya nginep dikosan Teh Rini yang orang Bandung yang lagi kerja di Bali. Nginep 2 hari gratis. Makasih teteh sudah menampung daku dan juga sudah mijemin motornya buat blusukan ke Bali. 

Day 1 (minggu)

Pesawat mendarat dibali pukul 9.10 waktu Bali. Dan untungnya ada gojek. Naik gojek dari bandara ke kosan teh rini 15ribu rupiah saja dan lagi promo hue hue. Si teteh ternyata udah nyiapin mobil sewaan buat trip sehari. Tau ga sewanya berapa? 175ribu sehari boo mobil avanza. Teteh mau ajak saya keliling Bali bersama 2 rekanya dan 1 orang bule Argentina yang nyangsang di Bali haha. Namanya silvi aku manggilnya neng silvi haha.

Sangeh


Setelah jemput neng silvi dirumah temanya kami langsung nuju restoran khas bali. Ah lupa namanya. Dan lidah jawa saya susah nerima makanan asing haha. Cuma yg enak shoup ikannya saja mayan bisa masuk ke perut. Detinasi pertama langsung nuju ke Sangeh. Objek wisata hutan didataran tinggi yang ada banyak monyetnya. 
Saya dan neng silvi
Pelayan restoran serius banget nonton moto GP

Clingak clinguk kesana kemari kok ya wisatawan lokalnya dikit banget. Banyakan turis mancanegara. Jeprat jepret foto sana sini selfi rame-rame sepuasnya langsung cus menuju bukit di daerah ubud. Trecking rame-rame yang bikin ngos-ngosan tapi pas sudah sampai atas bukit wuiihhh cantiknya pemandangan kanan kiri bukit. Banyak rumput ilalangnya duh jadi pengen prewed disini (ngayal).



Tadinya mau lanjut ke tempat wisata daerah gianyar dan karang asem tapi kata temen-temen percuma karena nyampai disana malem jadi ya nyari makan malem ajadah Nah kebetulan pinggir jalan ada restoran yang view nya sawah nan hijau dilereng bukit. Cakep bingit pemandanganya tapi..restorannya tutup jam 5 sore. Yah cuma foto-foto sajalah. Lanjut cari makan aja aja ditengah kota kuta. Dan direstoran lagi rame karena ada nobar  pertandingan moto GP. Wuihh tadinya saya jarang nonton jadi ikutan nonton karena temen pada suka. Bikin deg degan karena semua dukung si doctor akang Valentino Rossi :-)



Day 2 (senin)

Senin si teteh kerja so ga bisa nganterin saya dan neng silvi. Alhamdulilah dipinjemin motor temenya buat blusukan ke Bali. Sewa motor diBali rata-rata 50rb/hari. Mayan lah dapat gretongan tinggal isi bensin aja. Saya yang nyupir trus neng selvi bonceng belakang sambil pegang GPS hpnya jadilah kita bener-bener lost in Bali.

Duh ngingris saya bulepotan mana bisa saya komunikasi ama neng silvi. Bismillah aja dah pake bahasa tarzan juga bisa haha. Tujuan utama adalah wisata yang ada dibalik gambar duit rupiah 50 ribu. Ya danau ulun danu. Jauh juga ya motorannya. Saya sih ngikutin arahan neng silvi. Neng silvi cuma bilang turn the left, turn the right or straight.

Sawah didaerah ubud


Adakalanya nyasar juga lewat jalan yang satu arah sampai ditegur ama bapak-bapak pake baju pns. Untung bukan polisi. Alhamdulilah nyampai juga didanau ulun danu. Danaunya lagi kering jadi ya kurang bagus. Lanjut kepasar seni yang ada didaerah ulun danu. Beli jajanan lah buat temen kantor.

Pas perjalanan pulang menuruni bukit hujan turun. Untung dimotor ada jas ujan dan neng silvi juga udah bawa ditasnya. Meluncur tancap gas menuju ke tanah lot. Trus ditengah perjalanan neng silvi bilang ada tempat wisata juga lho. Ya udah kita mampir sejenak ke Pura Taman Ayun.

Danau ulun danu


Tancap gas lagi menuju Tanah lot. Nah diTanah lot ini wisatawan mbludak gila banyak banget dah. Alhamdulilah bisa liat sunset di tanah lot ini. Tak lupa pula kami mampir beli oleh-oleh dipasar seni sekitaran sini. Tapi mahal-mahal. Harus pinter nawarnya.

Hari sudah malam tapi kami ingin ke pantai Kuta. Ya walaupun ga bisa ke pantainya minimal liat suasana pantai kuta lah. Niatnya pengen foto di depan monumen bom bali tapi muter sana sini nyari parkiran motor susah amat yah hiks. Mana jalanya pada 1 arah. Saya keder disini. Dan ingat kawan nitip pesen dibeliin kaos hardrockcafe yang asli. Tapi pas ditelepon ga diangkat. Kan mayan kalau bisa nunjukin no member bisa ada diskon. Sayangnya kawan saya tak bisa dihubungi. Dan perut sudah lapar dan masuk angin karena. Motoran seharian.

Pura taman ayun

Day 3 (selasa)

Yah liburan singkat yang kurang puas hiks. Har ini penerbangan jam 10 wit. Saya naik gojek ke bandara trus neng silvi solo traveler naik gojek nuju ke daerah wisata di kutai selatan. Neng silvi ga berani naik motor karena sebelumnya pernah jatuh.



Buat teh rini makasih tumpangan gratisnya. Dipinjemin motor pula. Nambah saudara lagi. Cihui...moga-moga bisa ketemu lagi. Dan neng silvi juga udah janjian karena sebelum balik ke Argentina mau janjian ketemuan ama saya di Jakarta. Duhhh senengnya banget dah jalan - jalan kali ini :-) moga ada promo lagi dari air asia. Amiinn.

Berikut foto-foto yang lain

Santai liat sunset ditanah lot




Pura taman ayun





Salam jalan-jalan
24 Januari 2016










Sabtu, 23 Januari 2016

Dosenku Tukang Ngutang, Duuhhh...


Sumber gambar: esnanda.blogspot.com


Malem minggu ga kemana-mana ya udah nulis aja dah. Jumat kemarin saya kedatangan tamu spesial yang tak disangka-sangka dah. Kaget pake bingit ketika recepsionist kantor telepon saya ada tamu Mr X (nama samaran) dosen dari kampus X. Dan saya emang ga asing banget dengan nama mr x tadi dan memang saya kenal karena pernah ngajar waktu kuliah dulu. 


Tapi... yang bikin saya heran kenapa bisa tahu alamat kantor saya?. No hp aja ga punya apalagi kontak-kontakan ga pernah sama sekali. Cuma berteman di facebook tapi ga pernah tegur sapa. 

Dan waktu saya kuliah di kota Batam lho trus sekarang saya kerja di Jakarta. Kan aneh banget mana saya kuliah tahun 2007 wah lama banget pasti ga ketemu ma nih dosen. Mungkin pak dosen ini liat diprofil facebook saya. Saya cuma nampilin nama kantor saya tapi ga nampilin alamatnya apalagi no hp :-) 

Yo wis sudah kadung datang ke kantor ya tak temuin aja. Saya sampe ngira mungkin salah orang kali. Atau jangan-jangan mr x lain yang nagih-nagih pembayaran kantor secara saya dibagian finance dan biasa ditagih-tagih haha.

Awalnya ngobrol ngalor ngidul ke negeri antah berantah cerita masa-masa kuliah dulu. Ngobrolin kawan-kawan kuliah juga dosen-dosen yang dulu pernah ngajar kuliah. Hampir satu jam ngobrolnya ampe teh secangkir abis nambah lagi air putih masuklah ke pembicaraan inti. Dia datang kekantor saya cuma mau ngutang. Weh katanya lagi butuh uang buat berobat anaknya yang sakit paru-paru. 

Bener-bener nih dosen nekad banget datang kekantor hanya cuma untuk ngutang. Why? Wibawanya dimana. Masa dosen minjem ama anak didiknya sih. Dan tega ga tega saya jawab saya ga punya uang hihi padahal sih ada dikit. Tapi mari kita flasback kisah mr x ini.

Waktu jaman kuliah dulu saya kuliah sambil kerja. Mr X ini sudah ngutang sana sini sama temen2 saya. Ga hanya satu jurusan tapi minjem ke anak didik jurusan lain juga. Haduuh. Banyak temen saya yang minjemin waktu itu dan sampai lulus ga dibayar tuh utangnya. 

Kok dulu saya ga kena ya? Hehe waktu kuliah dulu saya lagi miskin-miskinya selama kuliah makan alakadarnya ga pernah beli baju. Jadi penampilan saya kucel bingit dah. Dan saya sering nunggak pembayaran uang kuliah haha. Gimana mau minjem kesaya yang jelas-jelas ga punya uang. 

Dan mungkin dikira saya ga tau gosipnya kali klo mr x ini tukang ngutang. Makanya bela-belain datang kekantor hehe. Maaf ya pak bukanya saya pelit tapi dari dulu liat penampilan bapak necis terus. Pakaian, jam sepeda motor, jaket bapak waktu datang keliatan barang mahal. Ga keliatan orang susah. Dan dari dulu dosen yag satu ini emang perfecsionis bingit soal penampilan. 

Dan alasan ngutangnya selalu beda-beda tiap minjem. Ama si A bilang ortunya sakit, ama si B bilang dia sakit butuh uang buat berobat. Dan kemarin bilang sama saya anaknya sakit. Temen saya malah bilang dosen itu ngutang cuma buat gaya hidup liat aja penampilanya yang necis dan parlente atau malah ada yang bilang buat beli narkoba. Nauzubillah... 


Dan buat Mr X semoga bapak rejekinya lancar. Kerja keraslah jangan ngutang-ngutang terus. Berapa banyak utang bapak ke mahasiswanya dulu dan sampai sekarang belum dilunasi. Kalau memang butuh ya ikutin gaya hidup sesuai kantong sajalah ga usah ngoyo. InshaAlloh berkah hidup bapak. Amiinnn


Salam malam minggu

23 Januari 2016