wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Sabtu, 06 Juni 2015

Menyikapi Kisah Nabi Musa antara Agama dan Fiksi di Film “ Exodus: Gods and Kings


By on 21.26




1427970086191919376
                               albertmother.com

Kita tahu bahwa kisah Nabi Musa yang melawan Firaun banyak tertulis di Kitab Suci agama Islam, Kristen dan juga Yahudi. Untuk menonton film ini harap jangan bawa agama atau apapun yang mengatasnamakan agama. Pasti tidak akan ketemu. Film ini kan sebuah cerita yang dibuat oleh seorang manusia yang merupakan hamba Tuhan. Yang penting kita tetap percaya pada ajaran yang kita anut itu saja. Saya menonton film ini juga hanya sebagai penikmat film walaupun sang sutradara Ridley Scott katanya menyadur kisah Nabi Musa ini dari Bible.

Yaa mari kita liat cerita Musa yang ada film ini.
Dalam adegan pertama digambarkan Mesir tempo dulu tahun 1300SM. Dimana ada banyak perbudakan yang dilakukan oleh Firaun. Raja Firaun memerintahakan pembangunan sebuah Piramid dan juga Spink yang masih bisa kita lihat hingga sekarang ini. Ada persahabatan yang amat sangat dekat antara Moses (Musa) yang diperankan oleh Christian Bale dan Ramses anak Raja Firaun. Dimana Musa dibesarkan dilingkungan istana dan menurut agama Islam lho yaa karena pada masa kelahiran Musa, Firaun mendapatkan tafsir mimpi bahwa akan ada seorang laki-laki keturuan Yahudi (Bani Israel) yang akan menggantikan dirinya, bukan keturunannya, maka Firaun memerintahkan semua bayi laki-laki yang lahir pada saat itu untuk dibunuh. Maka Musa oleh ibunya dihanyutkan ke Sungai Nil dan dipungut oleh istri Firaun.



14279701471271925419
                                    colider.com

Musa dan Ramses tumbuh dewasa di Istana , mereka dekat satu sama lain. Dan sebelum Musa dan Ramses berangkat perang melawan bangsa Het, Firaun ingin meramalkan perang ini, dan dalam ramalan perang itu anaknya, Ramses akan diselamatkan oleh Musa dan penyelamat itu yang akan menjadi Raja nantinya. Walau bukan anak kandungnya, Firaun amat sayang kepada Musa seperti anaknya sendiri. Dan setelah perang itu, mimpi itu benar adanya. Dan Ramses calon Firaun karena merupakan keturuan langsung dari ayahnya Raja Firaun mulai sedikit membenci Musa.  

Puncaknya adalah ketika Musa mengunjungi kota Pytom untuk melihat keadaan kota yang dipimpin oleh wakil raja. Disana Musa amat prihatin dengan para budak Yahudi ( Bani Israel) yang diperlakukan kejam oleh wakil rajanya. Dan akan berniat melaporkannya ke Firaun bahwa wakil rajanya tidak memerintahkan sesuai dengan perintah Firaun. Akhirnya wakil raja itu membuntuti gerak gerik Musa dikota itu. Dan mengetahui bahwa Musa adalah keturunan bangsa Yahudi (Bani Israel) dan berniat melaporkanya ke Firaun yang dipimpin oleh Ramses setelah ayahnya meninggal dunia. Bahwa Musa itu Keturunan Yahudi dan merupakan anak seorang budak.



1427970377979026183
                          m.kompasiana.com

Mendengar itu Ramses marah dan mengasingkan Musa seorang diri dan terus membuntuti dengan mengirimkan seorang pembunuh untuk membunuh Musa dimanapun dia berada. Musa mengembara melewati lembah dan gurun, haus dan kelaparan. Hingga akhirnya Musa bertemu dengan calon istrinya, menikah dan memiliki anak bernama Gersom.

Pada suatu waktu Musa bertanya kepada istrinya mengapa orang-orang tidak boleh naik ke suatu gunung yang ada di dekat rumahnya (dalam Islam bernama gunung Sinai). Karena penasara akhirnya Musa nekad pergi kesana dan mendapatkan wahyu dari Tuhan yang mana Tuhanya digambarkan sebagai seorang anak kecil berusia 10 tahunan.

Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk memberikan ajaran-Nya kepada ummatnya dan juga Firaun. Berkali kali Musa datang ke mesir untuk membebaskan bangsa Yahudi (Bani Israel) yang sudah 400 tahun lebih menjadi budak Firaun. Tapi Firaun menolaknya dan Tuhan pun turun tangan dengan mendatangkan bencana bertubi-tubi kepada bangsa Mesir dan Firaun. Dimulai dari buaya-buaya ganas yang memangksa kapal nelayan sehingga sungai dan laut menjadi merah, lalu ikan-ikan banyak yang mati , timbulah belatung dan ulet dimana-mana. Lalu lalat dan juga belalang yang menyerang tanaman pokok meraka sehingga rakyat Mesir kelaparan. Air kotor, gagal panen dan penyakit menular dimana-mana.

Musa datang lagi menghadap Firaun sesuai perintah Tuhanya. Firaun tetap bergeming tidak mau bernegosiasi menghapus perbudakan bangsa Yahudi. Akhirnya Tuhan turun tangan lagi bahwa akan ada badai yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Yaitu menyerang anak-anak Bangsa Mesir. Pada malam itu semua anak-anak bangsa Mesir termasuk anaknya Firaun diambil nyawanya. Tapi anak-anak dari bangsa Yahudi tidak satupun yang meninggal.



1427970422881280126
                                           telegraph.uk.com

Mengetahui bahwa anaknya meninggal maka Firaun membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan dan disuruh meninggalkan kota Mesir saat itu juga. Namun Firaun masih mendendam dan bersama ribuan pasukannya berniat membawa kembali Yahudi yang sudah berjalan jauh untuk menjadi budaknya lagi. Dan ada adegan dilaut merah dimana setelah Musa menancapkan pedangnya ke laut maka air laut pun surut, menyeberanglah mereka kesana dan dibelakangnya ribuan pasukan Firaun yang terus mengejar. Disaat bangsa yahudi sudah sampai seberang tiba-tiba air bah datang lagi dan menenggelamkan para pasukan Firaun.

Musa pun kembali ke anak dan istrinya yang diikutin terus oleh ribuan kaumnya. Kaum Bani Israel yang setia mengikuti ajaranNya.

***

Dan film bergaya kolosal ini dikemas dengan megah dan apik sesuai dengan jamannya. Setting dan lattarnya serta visual efeknya mengena banget. Kita benar-benar dibawa masuk kedalam jaman di tahun 1300 Sebelum Masehi. Konon katanya budget pembuatan film ini hamper 1.7 Triliyun waow wak wau hehe

Namun disisi lain jika kita mengacu pada apa yang tercantum dalam kitab suci agama masing-masing (Islam, Kristen dan Yahudi) mungkin akan ada perbedaan karena ada banyak scene tambahan dan perubahan sehingga bagi sebagian orang dikhawatirkan akan menyesatkan para penganutnya itu. Dibeberapa Negara seperti Mesir dan juga Maroko melarang film ini beredar di negaranya. Karena dianggap menyimpang dari sejarah yang sudah ada.

Anggap saja film ini hanya terinspirasi dari kisah Nabi Musa dan bukan saduran atau base on true story gitu. Saya sebagai umat Muslim enjoy aja menikmati cerita dari film ini. Agama saya pun tetep tidak goyah setelah melihat film ini. Just a Film. Film hanya karya kreasi imajinasi anak manusia yang merupakan hamba Tuhan J. Dan untungnya film ini tidak di black list oleh Pemerintah seperti film kolosal sebelumnya yang berjudul “Noah” yang mengisahkan tentang Nabi Nuh.

Jadi mau menonton atau tidak terserah anda. Toh film ini juga sudah tayang di Bioskop Indonesia sejak Desember 2014. Jadi pastinya sudah banyak yang menontonnya.

Salam Film

Cempaka Putih, 07 Juni 2015

0 komentar:

Posting Komentar