wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Sabtu, 26 September 2015

Benteng Karang Bolong Menyeramkan Sekaligus Memesona


By on 21.09


Menunggu senja dipantai karang bolong ketika aku terpisah dari rombongan hiks


Nulis-nulis wisata daerah lain tapi ga pernah nulis wisata daerah sendiri hiks hiks. Beklah kali ini aku akan nulis wisata kampungku yang bernama Cilacap. Ternyata banyak loh tempat-tempat wisata menarik seperti Pantai Cemiring, Goa Putri, Goa Masigit Selo, Goa Pasir, dan Pantai Rancababagan.

Dan akses masuknya juga beda-beda ya. Ada yang lewat pelabuhan penyeberangan dan darmaga sodong, bisa juga lewat pelabuhan Lomanis. Dan kemarin aku ke pantai karang bolong naiknya dari pantai Teluk Penyu. Disana sudah ada beberapa kapal yang siap mengangkut penumpang menyeberang Pulau Nusakambangan. Biaya kapal Rp.20.000,-/orang pulang pergi. Dan jangan lupa ketika berangkat ingat-ingat nama kapalnya soalnya nanti juga akan dijemput oleh kapal yang sama. Tinggal telepon saja kapalnya mereka akan datang menjemput kok. Ada banyak nama kapal disana.

Sasi lain benteng pendem karang bolong


Dan anehnya dari kecil lahir dan besar di Cilacap tapi cuma beberapa tempat aja yang sudah aku kunjungi. Ini PR-ku kedepannya buat nulis wisata dikampungku dah. Kalau lagi mudik sekalian ngunjungi wisata Cilacap kota ngapak hehe.

"Ya wis aja kedawan basa basine ngko nyong kapan ulih nulis-nulise jan hehe. Ora apik tulih nek ngomong baen". 

Pas libur lebaran 2015 tahun ini selain liburan ke Jogja aku juga sempat mengunjungi  Pantai Karang Bolong. Sebenernya rumahku juga deket dengan pantai namanya "kisik lengkong". Pantai bahasa ngapaknya "kisik". Dulu kalau pas puasa ramadhan selepas sholat subuh rame-rame jalan kaki ke kisik cuma pengin liat sunrise dan bikin rumah-rumahan dari pasir pantai.

Pantai karang bolong ketika sore hari airnya surut


Kembali ke topik yah. Aku baru tahu juga ternyata di Pulau Nusakambangan ada benteng pendem peninggalan Portugis. Lho kok Portugis? bukannya Belanda?. Ya memang yang bangun bangsa Portugis lalu direbut oleh Belanda gitu kata sejarahnya. Dan kenapa bisa masuk Nusakambangan? bukanya ga boleh itu penjara tempat napi kelas kakap kan?. Memang betul. Nusakambangan kan luas dan benteng Portugis/Benteng karang bolong ada disisi timur ujung Pulang Nusakambangan. Dan setahuku jika ingin ke lapas kelas kakapnya harus ijin/janji dulu ke Dinas terkait.

Pos antar jemput di Pulau Nusakambangan sumber: http://www.kompasiana.com/lakeisha


Aku naik kapal nelayan bersama dengan rombongan lain. Rombonganku ga ada yang berani naik kapal. Serem takut tenggelem katanya. Ombaknya lagi gede-gede broo. Ini laut termasuk Samudra Hindia ya harap maklum yahhh kalau mereka takut. Sebenernya aku juga takut sih tapi kalah ama penasaranku yang lebih gede haha. Lama perjalanan sekitar 15 menit. 

Sampai disana disambut pantai pasir putih yang aduhai memesona sekali dibanding pantai Teluk Penyu. Lalu aku membeli tiket masuk ke Benteng Karang Bolong Rp. 5.000/ orang. Jalanya lumayan jauh. Ngos-ngosan juga naik turun bukit. Eh ditengah perjalanan ada odong-odong yang mengantar penumpang ke Benteng dengan tarif Rp.5.000/orang. Dan Odong-odong itu cuma satu aja bolak-balik jadi kalau ga mau nunggu lama yaa jalan kaki saja malah bikin sehat.

awas odong-odong mau lewat sumber: www.enwikipedia.org


Akhirnya sampailah aku di Benteng Karang Bolong. Penampakanya menyeramkan. Banyak sekali lorong-lorong masuk yang katanya ada jalan tembus ke Benteng Pendem yang ada di Pantai Teluk Penyu. Tapi dari atas benteng ini bisa melihat pemandangan laut lepas dan banyaknya kapal-kapal tangki minyak milik Pertamina.

Setelah puas muter-muter benteng. Eh aku tersesat dengan rombongaku. Waduh gimana ini. Yo wes ben jalani aja. Let's get lost toh masih ada wisatawan lain disana walau bukan satu kapal. Ntar tinggal telepon aja orang kapalnya minta dijemput dah.Tapi aku bingung hari sudah mulai sore. Takut juga jalan sendirian menuju pos penjemputan. Mudah-mudahan odong-odong masih lewat. Tunggu dan menunggu ga lewat-lewat juga. Mulai panik nih. Wisatawan mulai sepi.

Banyak pohon tumbuh diatas benteng


Akhirnya aku jalan kaki menuju Pantai Karang Bolongnya. Mayan ada beberapa wisatawan. Beli air minum di warung yang jualan disitu dan sepertinya tinggal warung ini saja yang masih beberes mau pulang. Warung sekitarnya  sudah tutup. Aku utarakan juga bahwa aku terpisah dari rombongan. Eh penjaga warungnya baik banget dah nenangin aku gitu yang panik ga berani pulang sendiri karena hari mulai gelap. 

"Tenang aja mba ntar pulang bareng aku aja lewat jalan tikus dan lebih cepat sampai pos penjemputan daripada lewat jalan tadi" kata mbaknya. Weh ada jalan tikusnya rupanya ya.

Perjalanan pulang dimulai...lewat jalan tikus yg ternyata lewati bebatuan karang 


Alhamdulilah ada temen pulang hihi. Sambil menunggu mereka beres-beres aku main-main dipantai itu sambil liat sunset. Subhanalloh..cantiknya. Dan keberuntunganku nyasar ini ternyata ada spot-spot menarik ketika melewati jalan tikus yang orang lain tidak tahu hihi. Makasih banyak mbak, mas yang punya warung :).

Lanjut telepon kapal yang mengantar tadi. Eh ternyata kapalnya sudah pulang kerumah. Hiks. Ternyata pas disana ketemu ama rombongan  satu kapal yang misah tadi. Syukur alhamdulilah. Dan akhirnya naik kapal tetangga dengan bayar lagi Rp.10.000,- yah daripada ga bisa pulang. Lain kali kalau kesana jangan kesorean ya. Katanya kapal tutup jam 5 sore sudah ga jemput lagi.

View laut lepas dari atas benteng


Pintu masuk Lorong
Dalam benteng

Cukup sekian perjalananku mengunjungi Benteng Portugis di Pantai Karang Bolong. Lanjut ke wisata lainnya tahun depan yak. Nunggu mudik lebaran soalnya. Maklum kuli diperantauan jadi jarang pulang. yang jelas aku bukan Bu Thoyip yah yang jarang pulang haha..

Berikut foto-foto yang lainnya

Sisi lain benteng aku masih bersama rombongan kapalku.serelah itu aku nyasar hiks

Jendela pengintai yg menghadap laut lepas


Pintu masuk keruang utama serem ga berani masuk hehe

Narsis dulu pas lewat jalan tikus haha

Foto lagi ah jangan muak yak ama muka jeleku :-) 

Dikapal nelayan yg kecil ditengah ombak samudra hindia. Baju basah karena ombaknya lagi gede-gede


Ok deh ngantuk. Waktunya tidurr.....

Salam Jalan-jalan

Cempaka Putih, 27 September 2015











0 komentar:

Posting Komentar