wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Sabtu, 23 Agustus 2014

Film “My Way” Kisah Sang Pelari Maraton Tawanan Perang


By on 08.03




14076139731601890774

sumber: movieluthfi.wordpress.com

Seperti biasa weekend adalah waktunya movie mania hehe. Barusan nonton film “My Way” atas rekomendasi dari teman satu kost yang sudah nonton duluan. Dan ternyata saya sudah menontonya ketika tayang di salah satu stasiun TV swasta. Waktu itu saya nontonya ga dari awal, tapi dari pertengahan karena sudah lewat dan tetep mengena di endingnya yang bikin mewek hiks.
Film ini adalah kisah nyata jaman perang dunia I dan II. Kisahnya tercatat karena ada seorang asia satu-satunya yang berseragam Jerman yang ditemukan oleh pasukan AS di Normandy , Prancis pada D-Day 1945. Setelah diinterogasi ternyata ia sebagai orang Korea. Dimana pada masa itu Korea dibawah pendudukan Jepang dalam perang Dunia II. Banyak orang Korea dipaksa untuk bergabung dengan tentara Jepang untuk melawan Cina dan Uni Soviet (Rusia kala itu).

Pada tahun 1928 Korea pada masa itu menjadi daerah pendudukan Jepang. Di Korea banyak tentara dan pegawai pemerintahan dipegang oleh orang Jepang. Dan orang Jepang di Korea dianggap sebagai warga kelas satu. Adalah Kim Jun Shik ( Jang Dong gun, aktor korea) yang berperan sebagai anak pembantu yang bekerja pada seorang pejabat Jepang. Ia seorang pelari maraton yang selalu menang dalam pertandingan. Pada saat itu sang pejabat Jepang itu kedatangan seorang cucunya dari Tokyo, Tatsuo Hasegawa(Joe Odagiri-aktor dari Jepang). Ia juga seorang pelari maraton terkenal dari Tokyo, Jepang.



14076141391654625683

sumber: danieldokter.wordpress.com

Pertandingan demi pertandingan selalu menghadirkan Kim dari pihak Korea dan Tatsuo dari pihak Jepang. Keduanya sama-sama kuat terkadang dimenangkan oleh Tatsuko dan suatu hari dimenangkan oleh Kim. Tapi lebih sering dimenangkan oleh Kim yang memang lebih cepat daripada Tatsuko. Nah pada saat olimpiade kala itu, lomba lari dimenangkan olek Kim. Namun hal ini justru menjadi hukuman bagi negara Korea yang diblack list tidak boleh ikut olimpiade berikutnya. Dikarenakan Korea menang, dan Jepang menjadi juara 2 dan itu dianggap membuat malu pihak Jepang karena menurunkan bendera Jepang lebih rendah dari bendera Korea. Padahal Korea adalah daerah pendudukan Jepang.

Banyak orang Korea kala itu dijadikan tentara untuk membantu Jepang demi memperluas wilayahnya yang menjadikannya Macan Asia. Selama tidak boleh bertanding Kim memilih menjadi penarik becak yang ditariknya dengan berlari. Ini demi menjaga kecepatan larinya tetap fit. Pada suatu waktu dibuatlah pertandingan di Korea dimana Kim dibolehkan lagi ikut bertanding lari maraton berkat seorang petinggi Korea kala itu. Dimenangkan oleh Kim tapi pada saat pengumuman dan penobatan medali yang dipodium nama Tatsuko yang menjadi pemenang, Kim didiskualifikasi karena dianggap menjegal pelari no 3, Kimura Melihat ini penonton Korea mengamuk dan terjadilah insiden kerusuhan huru hara.

Semua orang yang terlibat kerusuhan itu dipaksa menjadi tentara Jepang. Termasuk didalamnya Kim. Ia dikirim ke Jepang menjadi tawanan perang dan wajib membela Jepang dalam setiap peperangan. Dan tanpa diduga ternyata Tatsuko, lawan disetiap lomba larinya kembali ke Jepang dengan manjadi panglima perang Jepang. Kim sebagai bawahannya. Disini perseteruan sengit dendam Tatsuko yang dikalahkan Kim mulai menjadi-jadi. Perang mulai berkobar dimana-mana. Pihak Rusia mulai menginvasi daerah jajahan Jepang di daratan Cina. Dan dalam perang ini Jepang kalah. Semua tentara Jepang di daerah jajahannya otomatis menjadi tentara tawanan Rusia.

Dibawalah Kim dan Tatsuko ke Rusia untuk menjadi tawanan perang dan menjadi tentara yang wajib membela Rusia. Di Rusia ini konflik pribadi Tatsuko dan Kim mulai reda karena sama-sama menjadi tawanan perang. Dalam pertempuran perang antara Rusia melawan tentara Nazi Jerman, Rusia kalah dan banyak tentara tawanan tewas. Tapi tidak dengan Kim dan Tatsuko. Mereka berganti seragam Jerman demi keselamatanya karena semua daerah eropa banyak dikuasai Jerman. Dan mereka pun menjelajahi daerah pengunungan yang bersalju untuk menuju ke Jerman.

Resmilah Kim dan Tatsuko menjadi tentara Tawanan Jerman. Mereka menjadi sahabat dan akrab layaknya saudara sendiri karena di Eropa hanya mereka berdua yang berwajah Asia. Tatsuko mulai menyesali sikapnya dulu ketika menjadi panglima perang yang selalu berlaku kasar pada Kim. Tapi Kim malah yang selalu menolongnya hingga Kim menjadi tuli karena salah satu telinganya terkena Bom. Ada adegan ketika perpisahan Kim dan Tatsuko yang sekarat lalu pertemuanya kembali yang tak terduga itu bikin mewek beneran loh.

Pada tahun 1945 sekutu AS menyerang Jerman, didaerah Normandia Perancis yang menjadi jajahan Jerman. Dalam peperangan ini Jerman kalah, Kim dan Tatsuko berusaha melarikan diri dan berniat kembali kenegaranya namun Kim tertembak dan meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia Kim mencabut kalung Tatsuko dan memberikan kalungnya sendiri kepada Tatsuko, agar Tatsuko berbohong kepada sekutu AS bahwa ia bukan Tatsuko tentara Jepang tapi orang Korea yang sedang ditawan. Karena kalau mengaku Jepang pasti akan ditembak mati. Karena Jepang merupakan pihak lawan sekutu AS.



1407614434993797759

sumber:http://danieldokter.wordpress.com

Jadilah Tatsuko berganti nama dengan Kim Jun Shik yang baru sang juara lari maraton. Diakhir kisah Kim yang baru berusaha berlatih dan konsisten berlari agar menang di Olimpiade berikutnya lagi. Ini didedikasikan demi Kim yang telah menyelamatkan nyawanya. Hiks Nyesek didada hehe.

Hmmm... panjang juga ya ceritanyah. Durasi filmnya juga lama hampir 2,5 jam. Memang film Korea ini kabarnya merupakan film berbudjet besar dengan artis-artis korea, Jepang dan Cina. Dengan berbagai bahasa Jepang, Korea, Cina, Rusia, Jerman dan Inggris. Walau udah rilis di tahun 2011 tetep menarik untuk ditonton. Mirip film-film perang seperti “Iwo Jima”, atau Geisha yang mengisahkan peperangam di Asia terutama Korea dan Jepang. Film ini tak kalah menariknya dengan film Holywood. Cerita dan adegan spektakuler dengan latar belakang diberbagai negara serta visual effectnya yang sempurna atau dramatisasi yang mengharu biru yang kadang mewek, serem, sadis karena peperangan ini dikemas sagat apik. Recomemded lah untuk ditonton.


Selamat Weekend selamat menonton ^_^

,
Cempaka Putih 10 Agustus 2014

0 komentar:

Posting Komentar