wanita penikmat perjalanan, mari berbagi dalam kesederhanaan

Jumat, 22 Agustus 2014

Mendaki Bersama “Indonesian Mountains” Edisi Gunung Papandhayan


By on 11.43




Peserta dan mimin. foto dari fb Indonesian Mountains

Indonesia memiliki banyak sekali gunung indah yang tersebar dipelosok dari Sabang sampai Merauke. Tak perlulah mengelu-elukan alam luar negeri. Explor dulu keindahan alam Indonesia yang exotic. Niscanya kau akan mengagumi dan berkata Aku Cinta Indonesia J.
Sepertinya saya juga kena karma sendiri, teringat omongan kawan bahwa sekali mendaki akan ketagihan hehe...(sempet ga percaya) dan pendakian kedua saya ini mendaki bareng Tim Indonesian Mountains yang diprakarsai oleh Bang Haekal, Popo, Arsyan dan kawan-kawan.






Srikandi Gunung Indonesian Mountains. Dok.pribadi

Ini juga merupakan event pertama IM (Indonesian Mountains) sejak pertama dibentuk akhir tahun 2012. Dan kata mimin IM akan mengadakan event lain lagi digunung yang berbeda. Makanya pantengin aja di fb Indonesia Mountains disini.
Kumpul di depan CFC rumah sakit cawang uki, Jumat 8 Maret 2012. Berangkat jam 10 an malam, dengan menggunakan 2 mobil mengangkut 11 peserta dan 10 orang dari mimin IM yang sebagian sudah berangkat dari pagi untuk prepare tenda dan sebagainya. Enaknya nih peserta Cuma bawa baju & peralatan sendiri aja. Tenda, matras, sleping bag dan makan disediain ama mimin IM. Peserta cuma bayar aja terima beres dah hehe...
Penadakian kali ini IM mengambil tema "Capturing The Beauty of Indonesian Mountains", acara ini bukan hanya sekedar pendakian, melainkan juga pelatihan teknik fotografi outdoor oleh para fotografer profesional. Seperti Kang Widi Arso, kontributor sekaligus First Winner International Photo Contest 2009, The National Geographic Indonesia, Category : Place dan juga  Arsyan Syafarman, fotografer profesional dan kontributor majalah "Traveling Travel Fotografi" (plus mimin Indonesian Mountains :D )





Coaching clinic by Kang Widi & Bang Arsyan Dok. Pribadi

Nyampe di Masjid desa Cisurupan rombongan berganti kendaraan, karena medan jalan yang berat jadi naik mobil bak terbuka. Sepanjang perjalanan nih perut bener-bener dikocok, mobil bak ajrut-ajrutan melewati jalan rusak parah dan berlubang sana-sini sampai pantat sakit tapi tak dirasakan J hanya perasaan happy dan seru yang tak akan pernah dilupakan hmm...
Subuh sudah sampai dipos Camp David, udara seger dan dingin menusuk tulang. Bagi yang mau sholat subuh atau ke toilet semua sarana ada dipos ini. Warung-warung bejejer disini buka sejak subuh. Sarapan pagi juga sudah disediakan panitia dengan menu alakadarnya. Tapi tetep nikmat sambil nyeduh teh hangat ditemani pemandangan sekeliling yang indah di lereng gunung papandhayan yang dingin. Mantab pokoknya dah.




Kolam dikebun edelweiss. Tegal Alun. Dok Pribadi

Sebelum mendaki ada coaching clinic dulu dari kang Widiarso dan Bang Arsyan. Semua peserta yang bawa kamera guede2 dan bagus serius banget mendengarkan teknik photografi hingga bagaimana bisa menghasilkan output yang bagus. Saya yang cuma bawa kamera pocket anteng aja dengerin penjelasanya. Maksudnya anteng ga ngerti haha...nah loh ketahuan, cuma ngerti teknik pencahayaan ama focus. Yang lainnya bener-bener blank hihi...yang penting have fun J kan niat ngisi liburan panjang hoho...
Selama pendakian mata dimanjakan sekali ama pemandangan indah sekitar. Pokoknya indah deh..bener-bener menakjubkan dan mengagumi semua ciptaan-Nya. Kita disana ga ada apa-apanya. Kerdil sekali. Ga bisa melakukan apa-apa seandainya alam mengamuk. Cuma bisa ikhlas dan berdoa saja. Bener kata Bang Haekal kalau kita jatuh tergelincir atau kecapean, tersesat, kuncinya ikhlasin aja. Berdoa saja. Cuma Tuhan tempat kita meminta .





Sisi lain lembah Papandayan. Dok Pribadi

Sayang malam hari dipondok salada yang didamba penuh terang bulan dan bertabur bintang digantikan oleh kabut awan tebal dan hujan hampir sepanjang malam. Udara dingin semakin buat aku menggigil, baju empat lapis plus sleeping bag masi tertembus dinginnya malam. Ternyata dibawah matras air merembes masuk hihi...ikhlasin aja kuncinya J
Api unggun juga cuma bentar keknya, keburu ujan, tapi salut sama mimin yang coba jagain api ditengah rintik hujan, akhirnya cuma bisa pasrah, lagi-lagi ikhlas hehe..Cuma suara gitar Bang Suryo dan duo princes Nancy dan Puji yang masih selalu bersenandung mengusir dingin.
Pagi-pagi bangun melihat indahnya sunrise dari sisi bukit hingga terlihat 3 barisan bukit dan juga negeri awan yang terhampar dengan indahnya menyambut datangnya Mentari Pagi.





Menanti sunrise dibalik bukit. Dok Pribadi

Mendaki ke puncak papandhayan yaitu Tegal Alun yang penuh perjuangan melewati jalur kalimati yang penuh bebatuan, rasa lelah dan letih terbayar oleh pemandangan indah yang menakjubkan. Menuruni bukit menuju hutan mati juga tak kalah menarik. Semua mata kamera tak berhenti menjepret tiap ada spot yang bagus.
Perjalanan menuruni bukit juga dihadiahi hujan deras yang membuat jalan licin dan berbahaya penuh longsoran batu dan pasir. Saya disini ternyata diberi sebuah keajaiban. Di Pendakian perdana ampun deh jalan aja macam siput selalu jadi peserta terakhir tapi kali ini jadi peserta pertama, khususnya perempuan loh hehe (pamer). Tuhan memberikan rasa mules perut yang luar biasa, maklum 3 hari gak pup, yang memberi efek gerak cepat yang tak terasakan capeknya. Berjalan cepat dan berlari menuruni bukit ditengah terpaan hujan...wow ga bisa bayangin klo sampe tergelincir hehe..yang dipikirkan cuma satu toilet pos pendakian.






Eksotisme dihutan mati. Dok. Pribadi

Alhamdulilah lega luar biasa. Sampai dengan selamat dan sukses untuk pendakian bersama Indonesian Mountains. Terima kasih untuk mimin yang sabar dan setia mendampingi peserta. Semoga lain waktu bisa joint lagi untuk pendakian selanjutnya.





Salam Mendaki
Cempaka Putih, 12-03-2013

2 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Explore Indonesia.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Explore Indonesia

    BalasHapus